Penyakit Ikan Lele dan Pengendaliannya

Penyakit yang sering menyerang ikan lele cukup banyak, penyebab penyakit pada lele terbesar adalah disebabkan oleh parasit atau bakteri.

Kualitas air yang buruk di dalam kolam budidaya lele sangat mempengaruhi pertumbuhan parasit dan bakteri. Oleh sebab itu usahakan air kolam selalu di perhatikan.
macam macam penyakit ikan lele


Penyakit Ikan Lele Oleh Parasit.

Pembahasan yang pertama adalah tentang penyakit yang disebabkan oleh jenis parasit, ada pun beberapa jenis penyakit tersebut adalah:

1. Penyakit Gatal

Penyakit gatal atau Trichodiniasis adalah jenis penyakit yang di sebabkan oleh jenis parasit Trichodina spp., Tricodinell spp., dan Tripartiella spp.

Gejala yang terdapat pada lele yang terkena penyakit ini adalah:

  • Warna tubuh lele akan terlihat pucat.
  • Nafsu makan menurun, kurus, gelisah dan lamban.
  • Adanya iritasi dan juga luka pada kulit lele.
  • Frekuensi pernapasan akan meningkat, ikan akan sering terlihat meloncat – loncat di kolam.
  • Sirip rusak serta rontok.

Pengendalian pada penyakit ini adalah pengapuran kolam sebelum menebar benih ikan, juga bisa air kolam yang ada musti di ganti.

2. Penyakit Bintik Putih

Penyakit bintik putih pada ikan lele disebabkan oleh parasit Ichthyophthirius multifiliis.

Gejala penyakit bintik putih pada ikan lele adalah:

  • Nafsu makan menurun serta lele terlihat gelisah.
  • Sering mengosokkan badan ke benda yang ada di sekitar kolam.
  • Terlihat bintik – bintik putih di sirip, insang dan juga kulit ikan.

Pengendalian yang dapat dilakukan untuk penyakit bintik putih ini adalah:

  • Mempertahan suhu air tidak kurang dari 29 derajat celcius selama kurang lebih 2 minggu.
  • Lebih sering mengganti air kolam.
  • Memindahkan semua ikan dari kolam yang terdapat parasit Ichthyophthirius multifiliis.

Pengobatan lele yang terserang penyakit bintik putih di antaranya adalah:

Melakukan perendaman ikan lele yang sakit ke dalam larutan garam dapur dengan konsentrat 500 – 10.000 ppm, selama 1 hari penuh dan dapat di ulang 3 hari sekali.
Menggunakan larutan Acriflavin dengan dosis 10 – 15 ppm, rendam lah lele yang sakit selama kurang lebih 15 menit. Perendaman ikan lele dengan larutan ini dapat di ulang selama dua hari sekali.

3. Penyakit Cacing Insang

Penyakit cacing insang ini disebabkan oleh jenis parasit Dactylogyrus spp., Cychlidogyrus spp.

Parasit penyebab penyakit ini dapat menginfeksi semua jenis ikan air tawar, bukan hanya lele saja. Jika serangan penyakit sudah parah dapat membunuh ikan dalam tempo beberapa minggu saja.

Ada pun gejala yang dapat terlihat jika ikan terkena parasit ini adalah:

  • Warna tubuh lele akan terlihat pucat.
  • Nafsu makan menurun, kurus, gelisah dan lamban.
  • Sering berkumpul ke area pipa masuknya air pada kolam.
  • Produksi mukus pada insang berlebih sehingga sering meloncat – loncat.
  • Insang pucat atau pun bengkak, sehingga tutup insang terlihat terbuka.

Pengendalian agar parasit ini tidak merugikan pembudidaya, yaitu dengan cara:
Mempertahan suhu air tidak kurang dari 29 derajat celcius selama kurang lebih 2 minggu. Meningkatkan frekuensi pergantian air didalam kolam.

Pengobatan ikan yang terserang parasit ini dapat dengan merendam ikan lele pada larutan kalium permanganat dengan dosis 4 ppm, selama 12 jam.

4. Penyakit Cacing kulit

Penyakit ikan lele cacing kulit ini disebabkan oleh parasit Gyrodactylus spp.

Ada pun gejala yang bisa di lihat pada lele yang sakit adalah:

  • Pertumbuhan lele lambat, nafsu makannya menurun, tubuh terlihat berwarna lebih gelap dan lendir pada tubuh lele berlebihan.
  • Terjadinya peradangan pada kulit lele di sertai dengan warna kemerahan pada lokasi dimana parasit menempel.
  • Sering mengosokkan badan nya ke semua benda yang ada di kolam.

Langkah untuk pengendalian parasit penyebab penyakit ini dapat dilakukan dengan cara:
Mempertahan suhu air tidak kurang dari 29 derajat celcius selama kurang lebih 2 minggu.
Meningkatkan frekuensi pergantian air didalam kolam.

Pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengobati penyakit cacing kulit ini dengan merendam ikan lele pada larutan kalium permanganat dengan dosis 4 ppm, selama 12 jam.

Penyakit Ikan Lele Oleh Bakteri

Dalam budidaya ikan lele sering kali ada serangan beberapa penyakit oleh bakteri pada ikan tersebut. Bakteri yang di temukan sering menginfeksi ikan adalah Aeromonas hydrophila, serta pengelolaan kolam yang tidak baik juga mengundang berbagai macam bakteri berkembang pada kolam.

1. Penyakit Merah Pada Lele

Penyakit ini di sebabkan oleh bakteri bernama Aeromonas hydrophila.

Bakteri ini sering menyerang segala macam jenis ikan air tawar, ikan pada semua usia rentan akan terserang penyakit ini. Terjadinya infeksi oleh bakteri ini pada ikan dapat juga di picu oleh stress karena populasi ikan terlalu padat dalam kolam, kekurangan nutrisi, kualitas air yang buruk dan suhu air.

Gejala penyakit merah yang bisa diketahui adalah:

  • Warna tubuh ikan terlihat kusam atau gelap dan memproduksi lendir berlebihan.
  • Nafsu makan kurang serta suka kumpul pada pipa masuknya air.
  • Luka disekitar mulut ikan atau bagian tubuh ikan lainnya.
  • Ikan ditemukan dalam keadaan mati lemas pada permukaan kolam atau didasar kolam.


Pengendalian serangan merah yang dapat dilakukan adalah:

  • Membeli benih ikan yang sudah di vaksin anti Aeromonas hidrophila.
  • Menambahkan vitamin c kedalam pakan ikan lele.
  • Menghindari terjadinya stress pada ikan.
  • Melakukan pergantian air secara teratur.


2. Penyakit Kuning

Penyakit ini disebabkan oleh pakan yang sudah membusuk didasar kolam. Lele yang memakan pakan yang sudah lama/busuk didasar kolam akan terkena penyakit ini.

Tanda bahwa lele yang di pelihara menderita penyakit kuning adalah dengan melihat tubuh lele yang berwarna kuning, jika di temukan lele yang seperti itu sebaiknya segera di pindahkan terpisah.

Pengendalian yang bisa dilakukan tentu saja dengan memberikan pakan secara lebih teratur dan tidak berlebihan. Pembersihan dasar kolam juga perlu di lakukan apa bila sudah banyak pakan busuk yang tersimpan disana.

3. Penyakit Kembung

Penyakit lele kembung atau busung di tandai dengan perut lele yang terlihat membesar. Lele yang mengalami penyakit ini dapat mati mengapung di permukaan kolam budidaya ikan lele.

Penyakit kembung ini disebabkan oleh pemberian pakan yang tidak teratur atau lele malah kekurangan pakan selama di kolam. Jika di temukan lele yang mempunyai perut kembung, pisahkan dia dari kolam dan pindahkan ke tempat tersendiri.

Berikan lah makan lele kembung yang sudah di pisahkan, jika ternyata belum sembuh juga maka sebelum dia mati, lebih baik di selamatkan kedalam wajan pengorengan.

4. Penyakit Rusak Kulit

Penyakit rusak kulit ini disebabkan oleh terlalu kecilnya kolam ternak ikan lele nya. Kolam yang terlalu padat akan menyebabkan ikan berdesak – desakan, ikan bisa saja tergores dinding kolam atau benda lainnya di dalam kolam sehingga menjadi tergores.

Rusaknya kulit pada ikan akan memudahkan berbagai macam penyakit atau bakteri menginfeksi, oleh sebab itu jangan terlalu padat. Umumnya dalam ukuran satu meter persegi dapat menampung 20 – 30 ekor lele dewasa.

Selain kepadatan, bisa juga di dalam kolam ada kerusakan dinding, sehingga menjadi tajam melukai ikan lele.

Penyakit pada ikan sedikit banyak di tentukan oleh kualitas airnya. Maka untuk mengetahui kualitas air yang baik, bisa melihat warna air pada kolam.

  • Warna cokelat muda, itu baik.
  • Terlihat warna cokelat tua, baik namun perlu diencerkan lagi airnya.
  • Cokelat biru, itu tidak baik, perlu diganti airnya.
  • Cokelat kemerahan, air perlu di ganti.
  • Hijau daun, itu baik.
  • Warna air kolam hijau agak kekuningan, baik namun perlu diencerkan lagi airnya.
  • Warna air kolam hijau agak kebiruan, tidak baik perlu diganti airnya.

Itu adalah cara mudah mengetahui kesehatan air dalam budidaya lele, namun akan lebih baik lagi jika di periksa seksama dengan alat yang seharusnya, seperti pH meter untuk mengecek keasaman air.

Demikian lah informasi tentang berbagai macam penyakit yang sering menyerang ikan lele, semoga dapat membantu dalam usaha ternak ikan lele dirumah.
Kedy Pribadi yang sederhana. Bekerja apa saja yang penting itu diberkati Tuhan. Aktif menulis di situs Agribisnis dan Kerohanian. Menulis tidak membuat saya kaya, namun membantu orang lain lewat tulisan adalah sebuah keistimewaan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel