Panduan Lengkap Cara Budidaya Tanaman Kakao

Tanaman kakao adalah salah satu tanaman perkebunan yang cukup menjanjikan dalam segi bisnis, karena harga biji dari komoditas kakao terbilang mahal di bandingkan karet apa lagi kelapa sawit. Biji kakao yang sudah kering biasanya di jadikan sebagai bahan baku utama membuat coklat dan lemak kakao bisa di jadikan bahan untuk kosmetik, jadi jangan heran kalau kita menekuni usaha komoditi kakao ini bisa menjamin masa depan kita.

Kakao adalah tanaman yang berasal dari benua Amerika, di hutan amazon tanaman kakao malah tumbuh sebagai tanaman liar. Tanaman kakao jika di tanam di Indonesia juga sangat cocok karena Indonesia iklimnya adalah tropis. Bagi sobat yang mau membudidaya tanaman kakao jangan khawatir dengan prospek masa depannya, karena negara luar sana siap membeli biji kakao kita asalkan kita menjaga kualitas biji kakao kita dengan baik terutama pascapanen.

Di dalam postingan ini saya akan memecahkan beberapa potongan dari postingan saya, nanti bisa kamu baca satu per satu mulai.

1. Persyaratan Tumbuh Tanaman Kakao

Tanaman kakao bisa tumbuh dengan baik di seluruh wilayah Indonesia asalkan wilayah tempat sobat ingin menanam kakao tidak terlalu tinggi melebihi 80dpl. Tingkat keasaman tanah yang akan di tanami tanaman kakao idealnya adalah pH 6 - 7.5, akan tetapi di pH 5 - 8 tanaman kakao bisa tumbuh cukup baik asalkan unsur hara selalu di perhatikan.

2. Persiapan Lahan Tanaman Kakao

Lahan yang akan di jadikan tempat tanaman kakao seperti biasa harus di bersihkan dan diberikan tiang pemancangan untuk menentukan jarak tanaman kakao nantinya dan juga untuk menentukan tempat dimana tanaman pelindung di tanam. Perlu di ketahui bahwa tanaman kakao tidak mampun jika harus terkena matahari seharian full, oleh sebab itu kamu perlu tanaman pelindung.

  • Tanaman pelindung sementara

Tanaman pelindung sementara bisa kamu gunakan adalah tanaman pisang lebih efesien dalam melindungi bibit tanaman kakao yang nanti akan kamu tanam.

  • Tanaman pelindung tetap

Tanaman pelindung tetap maksudnya adalah tanaman pelindung yang akan selalu menaungi tanaman kakao selama masa hidupnya. Pisang tidak bisa kita jadikan tanaman pelindung tetapkarena nanti akan banyak tunas pisang baru dan akan merebut banyak unsur hara. Tanaman pelindung tetap biasanya yang dapat kamu pakai adalah jenis tanaman kelapa, karet, dan lain lain.

Cara budidaya tanaman kakao

Pohon pelindung sebaiknya langsung di tanam sejak lahan sudah bersih, dan untuk lubang tanam kakao bisa mulai di gali langsung walau belum waktunya penanaman bibit. Untuk tanaman pelindung sementara bisa di buat sedikit lebih rapat dari pelindung tetap, menyesuaikan dari mana intensitas matahari paling banyak datang. 2 minggu sebelum penanaman ada baiknya lubang tanaman kakao di gali dan di berikan pupuk kompos, urea dan TSP lalu tutup lubang tanamnya agar pupuk bisa tercampur rata dahulu sebelum penanaman.

Untuk jarak lubang tanaman kakao sebaiknya adalah 3 meter X 3 meter persegi seperti yang ada di foto di atas.

3. Pembibitan dan Penanaman

Bibit kakao yang mampu menghasilkan buah banyak biasanya adalah bibit hasil sambung pucuk, untuk itu kamu memerlukan entres atau batang atas yang di dekat pucuk sebagai bahan penyambung nantinya. Untuk cara lebih lengkap nanti akan di bahas disini cara sambung pucuk tanaman kakao.

Hendaknya jika kalian melakukan sambung pucuk di usahakan untuk batang bawah yang di tanam dari biji merupakan bibit lokal karena biasanya mempunyai perakaran yang kuat untuk batang atas atau sambungannya maka harus menggunakan klon kakao unggul yang bisa kamu cari di daerah kamu.

panduan budidaya kakao
sumber: kakao-indonesia.com
Ketika melakukan pembibitan perlu di perhatikan daerah untuk menanam bibit terhindar dari sinar matahari langsung karena kakao kecil tidak sanggup harus terpapar sinar matahari langsung, kemudian untuk tanah yang akan di taruh dalam polybag sebagai media tanam bibit tanaman kakao harus lah di campur dengan pupuk kandang agar pertumbuhan tunas bibit kakao lebih cepat.

Saat bibit kakao yang kita tanam di dalam polybag berumur sekitar 4 sampai 5 bulan maka bibit sudah siap untuk di tanam di lahan yang sudah di tanami pohon pelindung, biasanya pohon pelindung sementara sudah mempunyai daun yang lebar untuk melindungi kakao muda dari cahaya matahari berlebih.

4. Pemeliharaan Tanaman

Tanaman kakao yang berumur sekitar 6 sampai 7 bulan harus mulai di pangkas bentuknya, agar cabang cabang semua rata ke atas tidak ke bawah, pemangkasan ini penting agar tanaman kakao mendapat cahaya matahari merata dan nanti jika saatnya sudah bisa berbuah maka pemangkasan bentuk untuk mengurangi kelembapan di bawah pohon kakao yang bisa mengakibatkan busuk buah biasanya.

budidaya tanaman kakao lengkap

Selain memangkas cabang pohon yang mengarah ke bawah, perlu juga pemangkasan tunas air. Tunas air adalah tunas yang sering muncul pada batang utama tanaman kakao itu perlu di buang karena nantinya hanya akan mengambil unsur hara yang di butuhkan cabang utama.

Tanaman pelindung sementara pun harus selalu di perhatikan pada saat pemeliharaan pertama tanaman kakao, jika pohon pelindung sementara terlalu lebat sehingga matahari tidak dapat menembus sampai ke pohon tanaman kakao maka harus di potong juga.

Itu lah beberapa tahap cara budidaya tanaman kakao yang bisa kamu coba di rumah, nanti saya akan lanjutkan menulis mengenai pemupukan, perlakuan pascapanen dan bagaimana mengatasi serangan hama serta penyakit buah kakao yang sering di alami petani kakao indonesia sehingga sering mengalami kerugian.
Kedy Reading makes you know, acting makes you do.